Kalau anda pertama kalinya melihat Bima di dalam photo
ini dibandingkan dengan Mang Karna disampingnya,
anda dapat membayangkan betapa besarnya Bima.
Bima termasuk domba terbesar di Jawa Barat sejak
tahun 2001...bahkan hingga saat ini. Bima mempunyai
tanduk yang besar dengan diameter 35cm dan panjang
0.70 meter, struktur tulang yang baik, warna sempurna
(sambung) dan cara bertarungnya juga dapat disebut
baik sekali untuk domba kelas A.
Bima mempunyai berat badan sebesar 110 Kg atau 243
Lbs, dan tergolong kelas A Super atau A1. Dia telah
memiliki 3 gelar kejuaraan. Dibandingkan dengan
Abimanyu yang mengoleksi lebih dari 7 title, Bima
tergolong sedikit mendapatkannya, dikarenakan tidak
adanya lawan atau tanding di dalam arena kompetisi.
Suatu hal juga yang perlu diperhatikan adalah bahwa di
dalam kompetisi tersebut, kita harus dapat menemukan
lawan yang cocok dan seimbang agar domba yang kita
miliki dapat mengeluarkan kemampuannya secara
maksimal.
Mang Karna and Bima, milik ASR RAMS.
|
Bima lahir di Majalaya tahun 1999. Kemudian
dia pindah ke kandang kita sejak tahun 2000.
Seperti biasanya, apabila saya akan membeli
seekor domba, saya akan membawa orang
kepercayaan saya untuk menilai apakah
domba tersebut baik atau tidak. Yang pertama
adalah Mang Karna, pengurus domba di
kandang Cileunyi. Yang kedua adalah H. Uko
Djuhara, dan yang ketiga adalah Endang.
Sewaktu saya memutuskan untuk membeli
Bima, saya masih berada di Denver. Mereka
meyakinkan saya bahwa ini adalah pilihan
yang tepat. Pada usia 1.5 tahun, besar
tubuhnya sudah sangat jauh berbeda dengan
domba seusianya. Kemudian saya meminta
tolong adik saya untuk mencek apakah Bima
tersebut adalah domba idaman yang telah
saya cari semenjak tiga tahun terakhir.
Setelah itu, adik saya meminta saya untuk
segera mentransfer uang secepatnya. Dari
situlah saya yakin bahwa ini adalah pilihan
yang tepat. Bima juga menggunakan microchip
ID dari AVID dengan nomor 116521XXXX.
Bima, courtesy of ASR RAMS.
|